Palestina Kecam Pembukaan 7 Cagar Alam Israel di Tepi Barat -->

Palestina Kecam Pembukaan 7 Cagar Alam Israel di Tepi Barat

Friday, January 17, 2020, January 17, 2020
Pembukaan cagar alam itu hanya modus perampasan lahan, kata Palestina.

Dream - Israel mengumumkan tujuh cagar alam di Tepi Barat. Selain itu, Negeri Zionis itu juga menyebut perluasan 12 cagar alam lainnya.

Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, mengatakan, tujuh bangunan cagar alam itu berada di Area C Tepi Barat yang diduduki negaranya.

Bennett bahkan telah memerintahkan Administrasi Sipil Israel, yang beroperasi di Tepi Barat, untuk mulai mempersiapkan pembukaan lokasi cagar alam.

Menurut Middle East Monitor, cara ini pertama kalinya dilakukan pemerintah Israel, sejak Kesepakatan Damai Oslo dicapai pada 1990-an.

" Hari ini, kami memberikan dorongan besar bagi tanah Israel dan terus mengembangkan komunitas Yahudi di Area C, dengan tindakan, bukan dengan kata-kata," kata Bennett.

" Wilayah Yudea dan Samaria [Tepi Barat] memiliki situs alam dengan pemandangan yang menakjubkan. Kami akan memperluas yang sudah ada dan juga membuka yang baru," tambah dia.

Langkah Kolonialis

" Saya mengundang semua warga Israel untuk berkeliling dan berjalan di tanah itu, untuk datang ke Yudea dan Samaria, melihat-lihat, menemukan dan melanjutkan usaha Zionis," kata dia.

Bennett mengidentifikasi tujuh lokasi baru dalam pernyataannya sebagai: Gua Soreq, Gua Al-Shomoo'a, Wadi Al-Muqallek, Wadi Malha, Bitronot, Wadi Al-Far'a dan utara Lembah Jordan.

Sementara itu, aksi pembukaan lahan ini mendapat respon dari Kementerian Luar Negeri Palestina. Langkah membangun cagar alam tersebut dinilai sebagai perampasan. Dilaporkan Wafa, upaya ekspansi ini disebut sebagai keputusan kolonialis.

" Yang disebut cagar alam hanyalah skema lain untuk perampasan dan perampasan tanah Palestina," kata Kemenlu Palestina.

Kanada Beralih Dukung Resolusi PBB untuk Palestina

Dream - Pemerintah Justin Trudeau mendukung resolusi mendukung rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri di Majelis Umum PBB. Keputusan ini dianggap terobosan karena selama 10 tahun terakhir Kanada mendukung Isreal.

Kanada secara teratur memberikan suara menentang atau abstain pada resolusi yang mendukung Palestina. Termasuk resolusi penentuan nasib sendiri Palestina, kedaulatan atas sumber daya alam dan ilegalitas pemukiman Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada Krystyna Dodd mengatakan, " Kanada berkomitmen untuk tujuan perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah, termasuk penciptaan negara Palestina yang hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel."

" Pada saat itu semakin terancam, penting bagi Kanada untuk menggarisbawahi komitmen tegas kami pada solusi dua negara," ucap dia.

Resolusi dua negara itu diajukan Palestina, Korea Utara, Zimbabwe dan lainnya dan untuk " penyelesaian damai yang adil, abadi dan komprehensif" atas konflik Israel-Palestina.

Penyelesaian itu secara eksplisit merujuk pada tanah yang diperebutkan antara kedua negara sebagai " Diduduki Wilayah Palestina."

Dilaporkan Middle East Monitor, pemungutan suara dilakukan setelah AS mengumumkan tidak lagi menganggap permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ilegal.

Resolusi berjudul " Hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri" ditentang oleh Israel, AS, dan lima negara pulau Pasifik, diantaranya Kepulauan Marshall, Nauru, dan Negara Federasi Mikronesia.

Sebanyak 164 negara memberikan suara mendukung Palestina, termasuk Inggris dan Jerman.

TerPopuler